Selasa, 12 April 2011

FILM PENDEK SEBAGAI SARANA EFEKTIF PENYAMPAIAN MATERI BIMBINGAN

A.    PENDAHULUAN

Dalam menyampaikan suatu topik bimbingan, seorang guru BK memerlukan kreativitas agar topik bimbingan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh peserta didik. Karena itu, penggunaan media akan sangat membantu pembimbing dalam memperkuat isi topik bimbingan yang hendak disampaikan. Salah satu bentuk media yang dapat disampaikan kepada peserta didik adalah melalui pemutaran film pendek. Film pendek yang disajikan kepada peserta didik memuat suatu tema tertentu yang berkaitan dengan topik bimbingan yang disajikan.


B.     DUNIA FILM PENDEK

Secara umum film pendek dapat dimasukan dalam kategori media audio visual, yaitu media yang menunjukan unsur auditif (pendengaran) maupun visual (penglihatan), jadi dapat dipandang maupun didengar suaranya. (Anitah, 2010:55). Sebuah film dapat dikategorikan dalam film pendek jika durasi yang ditampilkan tidak terlalu lama tetapi juga tidak terlalu singkat. Yang menjadi esensi dari film pendek adalah pesan yang hendak disampaikan dari film tersebut. Film pendek juga dapat mengambil dari sebuah cuplikan film biasa, dimana terdapat satu bagian yang sesuai dengan topik yang hendak disampaikan. Film pendek juga dapat diambil dari rekaman pribadi yang dianggap sesuai dengan topik bimbingan.

Dalam menampilkan film pendek, perlu diperhatikan apakah tayangan dalam film tersebut sesuai dengan kategori usia yang menyaksikan. Juga mengenai kejelasan gambar, kejelasan suara. Semua itu perlu diperhatikan agar film pendek yang disajikan dapat mengenai sasaran yang telah ditetapkan.

Ada banyak cara untuk mendapatkan suatu film pendek yang berkualitas. Media yang paling popular untuk mencari film pendek adalah melalui situs internet. Situs yang paling popular adalah youtube. Situs ini poluler karena menampilkan berbagai video tanpa dipungut biaya. Selain mengambil dari situs internet, film pendek dapat pula dicari melalui film documenter atau mencuplik sebuah film.


C.    FILM PENDEK DAN BIMBINGAN

Prayitno dan Erman Amti (1999:9) mendefinisikan bimbingan sebagai proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri; dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan, berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara menurut Sunaryo dkk (2002:3), bimbingan adalah proses membantu individu untuk mencapai perkembangan optimal. Dari dua pendapat itu dapat dilihat bahwa unsur dalam bimbingan adalah pemberian bantuan agar orang yang dibimbing mampu berkembang optimal sesuai kemampuannya.

Pemilihan film pendek harus sesuai dengan topik bimbingan yang disampaikan, karena fungsi film pendek adalah untuk memperkuat pesan bimbingan yang disampaikan oleh pembimbing. Kesesuaian film pendek yang dipilih dengan topik bimbingan inilah yang menjadi esensi dari film pendek sebagai media bimbingan.


D.    TIMING PEMUTARAN FILM PENDEK

Hal lain yang perlu diperthatikan adalah pemilihan waktu dalam memutar film pendek. Pada dasarnya, tidak menjadi masalah kapan sebuah film pendek ditampilkan dalam suatu layanan bimbingan. Yang penting adalah pembimbing mampu membawa peserta didik untuk mengangkap makna film dan kaitannya dengan topik bimbingan yang diberikan. Jika film ditampilkan pada awal bimbingan, maka guru pembimbing perlu menjelaskan makna film kepada peserta didik agar peserta didik memahami betul isi film pendek yang ditampilkan. Demikian pula jika film diputar pada pertengahan bimbingan. Namun yang menjadi pembeda adalah jika film pendek diputar pada akhir bimbingan. Jika demikian maka pembimbing tidak perlu terlalu jauh membahas makna film karena film pendek pada akhir bimbingan lebih berfungsi sebagai penguat bimbingan bukan sebagai penjelas pesan bimbingan.

Lalu, kapankah waktu yang baik untuk memutar film pendek? Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa pada dasarnya tidak menjadi masalah kapan film pendek akan ditampilkan oleh pembimbing. Yang perlu lebih diperhatikan adalah isi dari film pendek tersebut. Jika isi film termasuk “berat” maka sebaiknya ditampilkan pada awal atau pertengahan karena memerlukan penjelasan lebih lanjut mengenai makna film. Tetapi jika hanya sebuah film “ringan” saja, maka ditampilkan pada akhir bimbingan pun tidak menjadi masalah.
E.     DURASI WAKTU

Dari namanya saja dapat diketahui bahwa film pendek bukanlah film yang menghabiskan banyak waktu. Tetapi berapa waktu yang ideal untuk menampilkan film pendek? Sebuah film dapat dikatakan sebagai film pendek jika durasinya tidak lebih dari 30 menit. Tetapi apakah dalam sebuah layanan bimbingan ideal mengabiskan waktu sebanyak 30 menit hanya untuk menyaksikan sebuah film? Karena waktu bimbingan di sekolah pun terbatas maksimal hanya 45 menit saja. Maka guru pembimbing perlu pintar-pintar dalam memilih film pendek yang tidak menghabiskan waktu bimbingan sehingga malahan tujuan bimbingan menjadi tidak tercapai.

Lima sampai sepuluh menit kiranya waktu yang ideal bagi pemutaran filmpendek dalam bimbingan. Dengan begitu, guru pembimbing  dapat memiliki waktu yang cukup untuk menyampaikan materi bimbingan ataupun mengajak peserta didik untuk mengkritisi isi film.


F.     BEBERAPA HAL POKOK

Dari pembahasan tentang film pendek dan kaitannya dengan bimbingan, maka terdapat beberapa hal pokok yang menjadi inti pembahasan, yaitu:
·        Film pendek harus sesuai dengan topik bimbingan yang hendak disampaikan.
·        Durasi waktu perlu diperhatikan agar tidak menghabiskan waktu bimbingan sendiri.
·        Timing pemutaran film pendek harus tepat.

Dari hal-hal pokok tersebut, maka fungsi film pendek dalam bimbingan akan menjadi efektif dan sejalan dengan tujuan bimbingan. Karena pada dasarnya film pendek adalah salah satu media yang dapat digunakan oleh guru pembimbing dalam manyampaikan pesan bimbingan. Penggunaan film pendek sebagai media bimbingan juga perlu diimbangi dengan kemampuan guru pembimbing dalam mengarahkan para peserta didik pada tujuan bimbingan yang diharapkan.

ditulis oleh: Chandra Sang Wahyu

Tidak ada komentar: