Selasa, 12 April 2011

Pengunaan Poster dalam Layanan Bimbingan

Salah satu contoh poster yang dapat digunakan dalam layanan BK pada anak kelas SD 
»»  Baca Selengkapnya...

Salah Satu Contoh Media BK yang ada di SMA BOPKRI I Yogyakarta

»»  Baca Selengkapnya...

JIKA BUMI BISA BICARA - KATON


Renungkanlah lagu ini . . . . .


»»  Baca Selengkapnya...

FRIENDSHIP - LOVE


ngambil dari youtube gan . . . . .

»»  Baca Selengkapnya...

KEGUNAAN FACEBOOK, TWITER, DAN BLOGER DALAM BK

A.    Peran media
Media berasal dari bahasa latin yaitu, medium artinya perantara. Pelling (2002) menyatakan data yang diperoleh melalui internet dapat dipertanggung jawabkan dan masuk akal. Data atau informasi yang diperoleh lewat internet sudah memiliki validitas yang tinggi karena dapat dibaca oleh semua orang. Contohnya display perguruan tinggi yang dipasang di internet tidak mungkin data yang ditampilkan berupa data palsu. Media dalam BK terus berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu sesorang bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu (Haag dan Keen, 1996). Kecanggihan teknologi informasi memungkinkan terjadinya pertukaraan informasi yang cepat tanpa terbatas oleh ruang dan waktu (Dryden & Voss, 1999).
Media dalam BK memiliki peran penting dalam pemberian bimbingan yang dilakukan oleh guru BK. Adanya media mempermudah guru pembimbing untuk menyampaikan materi-materi bimbingan dengan bentuk yang manarik dan dan berfasiasi. Bentuk media dapat berupa papan bimbingan, folder, poster, majalah sekolah, display perguruan tinggi, biblioterapi dan permainan (puzel, kartu). Media dalam BK membantu memberikan informasi-informasi yang sangat berguna bagi siswa dan bertujuan meningkatkan minat siswa terhadap BK.
Maka perlu adanya bentuk media lain selain papan bimbingan, folder, poster, majalah sekolah, display pergurua tinggi, biblioterapi, dan permainan. Media dalam bentuk papan bimbingan, folder, poster, majalah sekolah, display perguruan tinggi, biblioterapi dan permainan membutuhkan waktu lama untuk membuatnya dan membutuhkan ide kreatif yang fress. Maka perlu adanya media yang lebih praktis namun dapat dilihat dan diakses oleh semua murid tanpa mengurangi isi dari materi bimbingan. Selain itu pesan bimbingan yang disampaikan dapat mudah dipahami oleh sisiwa. Maka dengan demikian perlu adanya media yang digemari oleh siswa dan mudah diakses oleh siswa, seperti bloger, facebook, dan twiter. Media ini hampir dimiliki oleh semua siswa dan sedang sangat digemari oleh siswa sehingga banyak siswa yang memilikinya dan dapat dengan mudah dibaca oleh siswa.
B.    Tujuan
1.    Untuk melihat sejauh mana akun pribadi seperti facebook, twiter, dan bloger membantu meningkatkan ketertarikan siswa pada layanan BK.
2.    Untuk mengembangkan media yang lebih luas dari media yang ada selama ini.
3.    Untuk melihat ketertarikan siswa pada adanya media internet sebagai sarana bimbingan dan konseling.

C.    Manfaat
1.    Membantu konselor sekolah dalam memberikan layanan bimbingan kepada siswa.
2.    Membantu melihat perkembangan siswa melalui akun yang dimiliki oleh siswa.
3.    Membantu dalam melaksanakan konseling pada siswa yang malu menemui konselor secara langsung.

D.    Masalah yang Terjadi
Berkembangnya pengetahuan dan teknologi menuntut seorang konselor untuk mengikuti pola perubahan zaman maka konselor dituntut untuk bisa mengembangkan media-media yang ada dalam Bimbingan dan konseling media haruslah dapat digunakan sebagai alat bimbingan yang dapat dengan mudah dipahami dan diakses oleh siswa. Melihat perkembangan terus berlangsung maka dapat dilihat media yang sedang digemari oleh siswa yaitu media internet terutama berupa akun-akun pribadi seperti facebook, twiter, dan bloger. Melihat media yang sedang digemari oleh anak-anak SMP dan SMA adalah facebook,twiter, dan bloger. Maka media yang perlu dipelajari oleg guru pembimbing berupa facebook, twiter, dan blog. media ini merupakan sarana yang mudah diakses oleh siswa dalam hal ini siswa SMP dan SMA karena, facebook, twiter, dan blog hampir dimiliki oleh semua siswa. Selain sedang popular dan mudah diakses adanya akun berupa facebook, twiter, dan blog membantu peran konselor dalam memberikan bimbingan. Bimbingan tidak semua dilakukan dalam kelas atau bimbingan klasikal namun juga bisa lewat media facebook, twiter, dan bloger. Topic-topik bimbingan dapat di berikan lewat akun tersebut.
Tuntutan-tuntutan yang ada membuat konselor harus kreatif dalam membuat bimbingan yang dapat menarik siswa. Bimbingan yang diberikan melalui papan bimbingan maupun folder cukup banyak menyita waktu konselor dan bentuknya juga harus kreatif sedangkan waktu yang dimiliki konselor terbatas, melihat keterbatasan tersebut maka harus ada resulusi baru yang dapat menarik minat siswa tanpa harus menyita banyak waktu untuk membuatnya.
 Akun seperti facebook, twiter, dan bloger bisa membantu konselor untuk melihat perkembangan tiap siswanya. Setiap siswa rata-rata memiliki akun ini dan akun ini di gunakan sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati atau ungkapan permasalahan yang sedang di alami. Maka dengan adanya akun ini guru pembimbing dimudahkan untuk mengetahui keadaan tiap siswanya. Apabila ada siswa yang memiliki indikasi untuk melakukan hal yang membahayakan dirinya akan mudah untuk ditangani. Dengan adanya media ini maka guru pembimbing akan mudah melihat kebutuhan-kebutuhan siswa melaui status-status yang dibuat oleh siswanya sendiri. Selain sebagai media informasi bagi siswa juga menjadi media informasi bagi guru pembimbing. Manfaat lain yang muncul adalah dapat diakses di mana saja dan kapan saja oleh siswa sedangkan bimbingan klasikal harus pada jam tertentu dan terbatas oleh waktu yang ditetapkan oleh sekolah. Menjangkau siswa lebih luas lagi, bila di kelas guru pembimbing tidak bisa untuk menjangkau seluruh siswanya namun pada akun-akun ini guru dapat memberikan layanan lebih luas.
Kegunaan facebook, twiter, dan bloger selain menjadi media informasi bisa juga digunakan untuk media konseling dalam hal ini anak yang belum berani bertemu langsung dengan konselor dapat menghubungi konselor melalui akun ini. Ada berbagai macam siswa ada siswa yang senang mengunjugi guru pembimbing untuk melakukan konseling ada pula siswa yang tidak pernah mau untuk melakukan konseling apa bila tidak dipanggil untuk konseling. Maka media ini sangat membantu siswa yang tidak pernah mengunjungi guru pembimbing. Maka perlu adanya akun tersendiri bagi sekolah yang dikelola oleh guru Bimbingan dan Konseling sebagai media dalam Bimbingan dan Konseling.
Selain adanya keunggulan menggunakan akun pribadi seperti facebook, twiter, dan bloger ditemukan pula kelemahan pada penggunaan akun-akun tersebut. Kelemahan yang muncul adalah guru pembimbing tidak dapat bertemu secara langsung dengan binimbing. Terkadang status-status yang dibuat oleh siswa belum tentu mewakili perasan siswa yang sesungguhnya. Guru pembimbing juga tidak dapat melihat non-verbal binimbing sehingga guru pembimbing harus betul-betul memahami isi kata-kata binimbing. Hal lain yang terkadang juga sangat fatal adalah sasaran bimbingan disamakan. Sedangkan setiap kelas mungkin memiliki kebutuhan khusus sendiri-sendiri. Meski bentuk yang disajikan bermacam-macam dan menarik terkadang kurang bisa menyentuh sisi perasaan atau afeksi bibimbing. Selain itu juga dapat menghilangkan unsure penting yaitu empati karena memang guru pembimbing tidak bertemu langsung dengan binimbing sehingga guru pembimbing tidak dapat mendengar nada suara, mimic muka maupun gesture binimbing.
E.    Kesimpulan
Ilmu pengetahun dan teknologi memang berkembang dengan pesat seiring berkembangnya zaman dan kebutuhan-kebutuhan manusia. Maka untuk tetap survive seseorang dituntut untuk bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman ini. Maka perkembangan teknologi dalam Bimbingan dan Konseling juga harus berkembang sesuai dengan perubahan yang ada. Guru pembimbing harus lebih kreatif dalam memberikan layanan kepada setiap siswa yang dibimbing. Guru pembimbing semakin dituntut untuk berfikir cepat dan tepat dalam membuat perubahan-perubahan yang dapat mengembangkan sitiap siswanya, sehingga semakin tertarik dengan program dan isi layanan Bimbingan dan Konseling. Adanya media internet membantu guru pembimbing untuk lebih mengembangkan kreatifitasnya dalam memberikan layanan. Bentuk media yang ada sebelumnya berupa papan bimbingan, poster, folder, display perguruan tinggi, majalah selokah, dan permainan memang masih sangat bermanfaat. Namun memiliki keterbatasan waktu dalam membuatnya dan  harus ad ide kreatif dan fress dengan bentuk yang semakin menarik. Sedangkan media berupa internet sepetrti akun-akun pribadi lebih mudah dibuat dan bisa dilakukan dimanapun, selain itu adanya program-program computer seperti power point, coral draw, adan photo shop lebih membantu guru pembimbing dalam mendesign.

F.    Saran atau Rekomendasi
Maka seiring dengan pekembangan zaman guru pembimbing juga harus menciptakan inovasi-inovasi baru dalam memberikan layanan. Selain itu guru pembimbing juga harus mencoba hal lain dalam memberikan layanan seperti menggunakan media internet berupa akun-akun yang mudah diakses dan kemungkinan dimiliki oleh semua siswa. Selain itu perlunya pembelajaran bagi guru pembimbing mengenai teknologi informasi. Masih banyaknya guru pembimbing yang buta akan tecnologi computer membuat pentingnya adannya pembeelajaran teknik informasi bagi para guru pembimbig.


G.    Daftar Pustaka

1.    Drizcade. 2010. Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Teknologi Informasi. Dalam  http://www.vilila.com (Diunduh tanggal 21 Desember 2010)
2.    Nn. 2010. Makalah System TI dalam BK. Dalam http://arihdyacaesar.wordpress.com (Diunduh tanggal 21 Desember 2010)

3.    Soedarmadji, Boy. 2007. Media Bimbingan dan Konseling. Dalam  http://karyaboy.blogspot.com (Diunduh tanggal 21 Desember 2010)

»»  Baca Selengkapnya...